Bayi Imut Dipendam di Kakus Selama Dua Hari

  • Bayi Imut Dipendam di Kakus Selama Dua Hari
  • Bayi Imut Dipendam di Kakus Selama Dua Hari
Nusantara

PASURUAN - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan selamat setelah dua hari terpendam di jamban (kakus) milik warga Dusun Brukan, Desa Kalisat, Kabupaten Pasuruan. Bayi yang diduga berusia tiga hari itu dibuang di septic tank sedalam 7 meter.

Penemuan bayi ini, berawal dari terdengarnya suara tangisan saat tengah malam. Saat itu, Hawiyah, pemilik rumah yang akan buang air besar (BAB) di jamban di pekarangan rumahnya, mendengar suara tangisan bayi. Setengah tidak percaya, ia menceritakan kepada suaminya, Hairoi. Namun mereka tidak berani mencari asal suara tersebut.

"Mereka mengira suara bayi itu suara jadi-jadian. Karena memang tidak diketahui asal suaranya," kata Kepala Desa Kalisat, Samhudi kepada wartawan, Selasa (10/1/2017).

Pada keesokan malam, giliran Hairoi yang mendengar suara tangisan bayi. Karena merasa curiga, ia kemudian melaporkannya pada perangkat desa.

Proses pencarian bayi ini memakan waktu cukup lama. Karena dasar jamban bekas penggalian pasir tersebut tidak terlihat jelas dari ketinggian 7 meter.

"Jamban itu memiliki rongga di bagian bawah. Saya minta dua orang untuk turun ke dalam jamban. Ternyata benar ada bayi dan masih selamat," jelas Samhudi.

Bayi merah yang penuh kotoran manusia ini pun akhirnya dievakuasi ke Puskesmas Rembang untuk dilakukan perawatan. Bayi yang belum diketahui orangtuanya ini, saat ini dalam kondisi sehat dengan berat badan 2,5 kg dan panjang 50 cm.

"Bayi cantik ini cukup sehat dan normal. Ia masih memiliki tali pusar. Sungguh kebesaran Allah, ia masih selamat," kata bidan Sulastri.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap orangtua sang bayi yang tega membuangnya di jamban. Sejumlah saksi telah diminta keterangannya untuk mengungkap pelaku kejahatan tersebut.

"Saya sudah memberikan keterangan kepada polisi. Saya hanya memberikan keterangan siapa-siapa saja yang saat ini sedang hamil. Kepolisian yang akan menindaklanjutinya," tegas Kades Samhudi.




Warta Sejenis

memuat...

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!