Dua Kali Ditikam di Dada, Sukma Tewas di Tempat Biliar

  • Dua Kali Ditikam di Dada, Sukma Tewas di Tempat Biliar
  • Dua Kali Ditikam di Dada, Sukma Tewas di Tempat Biliar
Nusantara

SEIBEDUK - Leo Agista alias Sukma (30) meninggal dunia setelah mendapat dua kali tikaman di dada oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu (11/1/2017) sekira pukul 03.00 WIB. Diduga pelaku sakit hati terhadap Sukma sehingga tega menikamnya dengan sebilah pisau di tempat biliar oleh Ruli, warga Kampung Aceh, Simpang Dam, Kelurahan Mukakuning, Seibeduk. Sukma meninggal dunia menuju Rumah Sakit Camatha Sahidya (RSCS) Mukakuning.

Informasi yang dihimpun, kejadinnya isteri Sukma Kodijah dan korban berada di lokasi biliard, kemudian beberapa menit kemudian saksi melihat seseorang yang tidak dikenal yang diduga pelaku mendatangi korban di lokasi tersebut. Kodijah melihat antara korban dan pelaku mengobrol, setelah itu korban dan pelaku langsung keluar dari lokasi biliard.

Tak lama berselang keduanya terlibat percekcokan. Namun saksi kaget saat mendengar korban berteriak meminta tolong dengan posisi korban telah terduduk di tanah dengan posisi pelaku berdiri menghadap korban dengan tangan pelaku menusuk pisau ke arah dada Sukma.

Kodijah melihat kejadian tersebut mencoba melerai pelaku, namun pelaku mengarahkan pisau ke arah saksi dan mencoba mendorong saksi sehingga terjatuh di tanah. Kemudian pelaku langsung melarikan diri dengan membawa pisau tersebut. Warga berusaha menangkap pelaku, namun tidak berani dikarenakan pelaku membawa pisau. Setelah pelaku melarikan diri, korban sempat berdiri dan Kodijah menolong dengan membawa korban ke lokasi biliar. Namun Sukma sudah tidak sadarkan diri dan dari bagian dada korban mengeluarkan darah.

"Korban mengalami dua kali mendapat dua kali tusukan di dadanya," kata Kapolsek Seibeduk AKP Rizani saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia menuturkan, Sukma meninggal dunia saat menuju dibawa ke RSCS Mukakuning. "Nyawa korban tak tertolong lagi setelah sampai di rumah sakit," sambungnya.

Rizani menyampaikan sampai saat ini masih mendalami kasusnya. Pihaknya masih memburu pelaku. Dia tidak ingin berandai-andai terkait kasus yang menimpa Sukma. "Pelaku masih kami kejar, yang jelas masih penyelidikan kepolisian," ujarnya.

DSetelah korban meninggal dunia, polisi langsung membawa jenazah Sukma ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Masih menunggu persetujuan dari keluarga korban untuk diautopsi," tutupnya. (sym)




Warta Sejenis

memuat...

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!