Kasus Video Perkelahian, SMA 1 Baubau Mengeluarkan Tiga Siswi

  • Kasus Video Perkelahian, SMA 1 Baubau Mengeluarkan Tiga Siswi
  • Kasus Video Perkelahian, SMA 1 Baubau Mengeluarkan Tiga Siswi
Nusantara

BAUBAU - SMA Negeri 1 Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, memutuskan untuk mengeluarkan tiga orang siswinya yang terlibat dalam kasus video perkelahian dua orang siswi. Tindakan ini diambil berdasarkan hasil keputusan dari rapat dewan guru.

“Hasil keputusan rapat tersebut, yang melakukan perkelahian WN dan FK dikembalikan kepada kedua orangtuanya. Yang merekam dan memasukan ke media sosialnya, FN, juga dikembalikan kedua orangtuanya, yang menonton kami berikan skorsing sampai hari ini,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Baubau, Sartati, Kamis (12/1/2017).

Skorsing diberikan kepada 23 orang siswanya yang hanya melihat perkelahian tersebut tanpa ada yang melerainya. Skorsing yang diberikan yakni tidak mendapatkan pelajaran di dalam kelas namun berada di luar kelas selama seminggu.

Sebelum memutuskan, sebut dia, pihak sekolah membentuk Tim Pansus untuk menginterogasi siswa-siswa yang terlibat dalam perkelahian tersebut.

Setelah diinterogasi, pihak sekolah kemudian membuat Berita Acara Pemeriksaan dari hasil interogasi siswa tersebut.

“Berdasarkan itu kami rapat dewan guru, dan hasil disepakati, kami petakan, pertama pelaku perkelahian, kedua , yang menyebarkan di media sosial, ketiga, menonton saja tanpa ada itikad untuk melerai,” ujarnya.

Menurut Sartati, perkelahian siswi tersebut dilatarbelakangi masalah percintaan. Ia berharap keputusan sekolah tersebut menjadi pembelajaran bagi siswa lainnya agar tidak melakukan perbuatan yang mencemarkan nama sekolah.

“Kami sangat sesalkan dengan adanya kejadian ini, karena sudah mencemarkan nama baik sekolah. Kami sudah banyak melakukan pembinaan-pembinaan, terutama pembinaan karakter dan keagamaan,” ucap Sartati.

Seorang guru SMA Negeri 1 lainnya, La Ani Ratiha, juga menyesalkan adanya aksi perkelahian dua orang siswinya hingga menjadi viral di media sosial. Apalagi tiga orang siswi yang dikeluarkan tersebut merupakan siswi kelas XII yang sebentar lagi akan mengikuti ujian akhir sekolah.

“Saya pikir tidak ada seorang guru yang tidak menyesalkan itu. Karena ini masalah pribadi yang dilampiaskan dengan menggunakan baju seragam sekolah itu membuat malu sekolah dan reputasi sekolah tidak menjadi baik,” kata La Ani.

Walaupun menyesalkan, namun menurut dia, keputusan untuk mengeluarkan tiga orang siswi tersebut sudah tepat. Apalagi ketiga siswi tersebut sudah beberapakali melakukan pelanggaran sekolah.

Diberitakan sebelumnya, dua orang siswi SMA Negeri 1 Baubau terlibat dalam perkelahian di luar sekolah. Perkelahian disaksikan beberapa siswa lainnya tanpa ada yang berusaha melerainya. Perkelahian tersebut direkam oleh siswi lainnya dan videonya menjadi beredar masyarakat serta menjadi viral di media sosial.




Warta Sejenis

memuat...

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!